Berita Lintas
sawitbaik

Buruh Ngadu Ke DPR, Akibat Upah Tidak Dibayar



Buruh Ngadu Ke DPR, Akibat Upah Tidak Dibayar

INFO SAWIT, SIMEULUE - Puluhan buruh yang bekerja di kebun Kelapa sawit milik PT. Kasama Ganda, Senin (25/01/2016) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Simeulue mengadukan nasib mereka yang belum menerima upah sejak tiga bulan lalu. Para buruh meminta anggota dewan dapat mendesak pengelola perusahaan kebun sawit milik pemerintah setempat itu untuk memenuhi hak-hak mereka sebagai buruh. 

"Sudah tiga bulan upah kami tidak dibayar PT. Kasama Ganda, karena sudah berulang kali kami minta tidak ada realisasinya, maka hari ini kami menemui dan mendatangi dewan," kata Rusli penaggungjawab para buruh seperti dikutip Habadaily.com.

Kedatangan para buruh itu disambut oleh anggota DPRK Simeulue dan mengajak perwakilan para buruh untuk berdialog langsung dan menyampaikan segala permasalahan yang dialami para buruh lepas itu. Pertemuan kedua belah pihak tersebut langsung digelar dan dihadiri 11 orang perwakilan buruh dan 8 orang anggota dewan yang dipimpin  Fardinan, wakil Ketua DPRK Simeulue.

Dalam pertemuan itu, Rusli penanggungjawab para buruh mengatakan, saat ini total gaji buruh harian lepas yang belum dibayar oleh PT. Kasama Ganda sekitar Rp 300 juta dan belum termasuk hutang-hutang lainnya untuk kebutuhan operasional yang mencapai lebih dari Rp 200 juta. Rusli berharap DPRK Simeulue dapat medesak pengelola perkebunan sawit itu dapat membayar upah para buruh.

"Padahal upah buruh harian lepas kita yang rata-rata berasal dari luar daerah itu paling rendah hanya Rp 50.000 per harinya jika bekerja," katanya. (T2)