INFO SAWIT, JAKARTA – Dalam acara Pertemuan Nasional Sawit Indonesia yang digagas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, di gedung Dhanapala, Kemenkeu Jakarta, Rabu (27/1), Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro memberikan 3 catatan untuk kelapa sawit Indonesia.
Pertama, pelaku dan pemerintah mesti menyempurnakan skim inti-plasma yang sebelumnya telah diterapkan, kata Bambang, dengan penyempurnaan kegiatan inti-plasma maka semua pihak bakal memiliki peran dalam setiap rantai pasok. “Sehingga semua merasa mendapat keadilan,” katanya dalam acara yang dihadiri InfoSAWIT.
Kedua, penerapan hilirisasi harus dijadikan kebutuhan bukannya pilihan, cara ini bakal mendorong Indonesia menjadi negara maju, lantaran mesti ada nilai tambah dalam pengolahan. “Tidak ada negara maju yang hanya bergantung dari penjualan komoditas sumberdaya alam nya,” tegas Bambang.
Ketiga, kelapa sawit mesti menjadi pelopor dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, sebab disini bukan lagi berbicara listrik , tetapi lebih pada potensi pengembangan biofuel, energi terbarukan berbentuk cair (minyak). “Termasuk sebagai kontra argumen tentang sawit di dunia,” tandas Bambang. (T2)







