INFO SAWIT, ACEH - Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sejak tiga bulan terakhir, mengalami penurunan cukup drastis, yakni dari 2 ton menjadi 500 kilogram per bulannya, karena pengaruh iklim.
Salah seorang petani di Desa Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Mukhtar mengatakan, hasil produksi kelapa sawit menurun drastis disaat harganya membaik, sehingga para petani merasa kecewa.
"Di saat harganya cukup mengembirakan, namun hasil produksinya malah menurun. Saat ini, harga TBS mencapai Rp1.250/Kg, sedangkan sampai ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) harganya mencapai Rp1.500-1.600/Kg," ujar Muktar seperti dikutip Kontan.
Menurunya, ada beberapa daerah yang menjadi penghasil sawit di Kabupaten Aceh Utara dan semuanya mengalami penurunan hasil produksi. Antara lain, Kecamatan Jambo Aye dan Langkahan, tepatnya di Desa Buket Jrat Mayang, Buket Linteng, Babussalam, Bola Mas, Buket Nibong, Geudumbak, Blok B, Blok A, Seureke, dan Buket Hagu.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Sawit Kecamatan Jamboe Aye dan Langkahan Sayuti Achmad, membenarkan produksi salah satu komoditi perkebunan tersebut, sedang mengalami penurunan.
Bahkan kata Sayuti menambahkan, ia pernah mendengar informasi bahwa di Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara, tanaman sawit yang seyogyanya sudah berbuah, tidak berproduksi sama sekali. (T2)










