INFO SAWIT, JAKARTA - Implementasi program biodiesel 20 persen (B-20) tak hanya bisa mengurangi emisi karbon, tetapi juga menghemat devisa. Penerapan program ini bisa menghemat devisa hingga miliaran dolar Amerika Serikat setiap tahunnya.
"Penerapan biodiesel ini akan meningkatkan diversifikasi energi dan mengurangi impor BBM (bahan bakar minyak) 6,9 juta kiloliter dan menghemat devisa US$2 miliar (setara Rp27,69 triliun)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Jakarta, Rabu, seperti dikutip Vivanews.
Darmin mengatakan, implementasi B-20 ini juga bisa memangkas emisi karbon hingga 19 juta ton per tahun. Selain itu, program B-20 ini merupakan program pertama kali yang dilakukan oleh pemerintah. "Kami yang pertama. Sebagai yang pertama, tentu banyak tantangan," kata dia.
Mantan gubernur Bank Indonesia juga menginginkan agar kebijakan mandatori biodiesel yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit tetap berjalan. (T2)










