INFO SAWIT, JAKARTA - Pelaku sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Kepada pemerintah, GAPKI meminta kepastian penyerapan untuk kebutuhan dalam negeri.
Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono menyatakan, ekspor sawit Indonesia mencapai 26 juta ton. Pemerintah telah berencana menerapkan biodiesel B20. Ini sangat membantu kepastian penyerapan produksi, sehingga harus direalisasikan. "Insentif itu yang penting bisa diserap dengan baik maka bagus lah," kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa.
Selain itu, GAPKI juga mengeluhkan kampanye negatif dari berbagai pihak soal sawit. Ini sangat berpengaruh terhadap permintaan sawit dari berbagai negara di dunia. "Melaporkan mengenai isu perdagangan, banyak kampenye negatif," imbuhnya.
Presiden Jokowi, menurut Joko akan memberikan dukungan terhadap industri sawit. Dikarenakan sawit adalah komoditas strategis dan besar pengaruhnya dalam mendorong perekonomian nasional. (T2)







