INFO SAWIT, JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim Rachmat Witoelar meminta pelaku usaha dapat menjawab lima tantangan terkait relasi antara industri sawit dan perubahan iklim.
“Sebab banyak tuduhan di luar sana terhadap industri sawit Indonesia,” katanya dalam acara diskusi pakar Strategi Mitigasi dan Adaptasi Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Menghadapi Perubahan Iklim di Jakarta, Kamis.
Harapan itu dia sampaikan khusus kepada peserta International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) di Nusa Dua, Bali, pada 16-18 Maret 2016.
Even tersebut dihelat oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART), WWF Indonesia, dan lembaga riset asal Prancis, CIRAD.
Pesan pertama, menjawab secara substansial bahwa industri kelapa sawit tidak memberikan emisi berlebih.
Kedua, menyusun langkah-langkah agar mengurangi ekstensifikasi hutan dan lahan. Ketiga, mengaitkan peran industri sebagai tulang punggung perekonomian.
Keempat, membeberkan sumbangan pelaku usaha terhadap kawasan sekitar. Kelima, memberikan argumentasi jikalau pohon sawit juga bisa menjadi penyerap karbon. (T2)










