Berita Lintas
sawitbaik

RI-Malaysia Tolak Rencana Prancis



RI-Malaysia Tolak Rencana Prancis

INFO SAWIT, JAKARTA - Dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, dengan pemerintah Malaysia yang diwakili Menteri Penanaman Industri dan Komoditas, HE Dato Sri Douglas, disepakati bahwa kedua negara menentang rencana Prancis menaikkan pajak impor minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO).

Rizal menyatakan bahwa rencana Prancis tersebut bisa membunuh jutaan petani kecil yang hidup dari CPO di Indonesia dan Malaysia.

"Kita sudah satu suara dengan Malaysia. Perancis harus memperhatikan bahwa 2 juta petani kecil di Indonesia, dan 400.000 di Prancis, bergantung pada CPO. It is very very unlogic. It is very unfair," tandas Rizal dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Kamis, seperti kutip Detik.

Dia menambahkan, sangat tidak adil jika jutaan petani sawit di Indonesia dibebani pajak untuk menanggung jaminan sosial masyarakat Prancis.

"Kerugiannya besar buat kita. Kalau tahun kedua pajak 500 euro per ton, itu sama saja membunuh petani kita. Masak tega membunuh petani kecil untuk social security di Perancis?" tanyanya.

Karena itu, Rizal meminta pemerintah dan rakyat Prancis membatalkan rencana tersebut. "Kami percaya rakyat Prancis akan menolak kebijakan yang tidak rasional ini," tandasnya. (T2)