Berita Lintas
sawitbaik

Hingga Kuartal II Harga CPO Diprediksi Naik



Hingga Kuartal II Harga CPO Diprediksi Naik

INFO SAWIT, JAKARTA - Harga minyak sawit bisa melompat lebih dari yang diharapkan untuk 2.700 ringgit per metrik ton pada kuartal kedua, tertinggi sejak awal 2014, karena produksi yang lebih rendah dan cuaca kering di seluruh Asia Tenggara, analis minyak nabati Dorab Mistry mengatakan.

Kekhawatiran bahwa kekeringan terkait dengan pola cuaca El Nino akan menurunkan hasil panen tandan buah segar di atas produsen Indonesia dan Malaysia telah mengangkat harga minyak sawit ke dekat 21-bulan tertinggi 2.604 ringgit ($ 626,71) per metrik ton.

Produksi Malaysia cenderung menurun dari Januari sampai Juni, kata Dorab Mistry. Produksi hanya dapat meningkat bulan Juli, ia menambahkan. “Pengisian persediaan dapat mengambil sedikit lebih lama – mungkin sampai September 2016,” kata Mistry pada Pakistan Edible Oils Conference pada hari Minggu.

Kondisi ini berpotensi mendorong harga minyak sawit ke 2.700 ringgit pada kuartal kedua, kata Mistry, yang sebelumnya telah memperkirakan harga di akhir lebih tinggi dari 2,100-2,400 kisaran ringgit untuk periode tersebut.

Dia tidak memberikan perkiraan keluaran baru. Pada bulan November, ia mengatakan produksi global akan tumbuh sebesar satu juta metrik ton di 2016 pada 63000000, kurang dari perkiraan sebelumnya karena El Nino.

Namun, analis minyak nabati lainnya James Fry mengatakan jika kekeringan karena El Nino berakhir pada pertengahan tahun, produksi Asia Tenggara bisa turun 4 juta ton pada tahun 2016.

“Bahkan tanpa El Nino penuh, produksi Indonesia akan statis pada tahun 2016, sementara produksi Malaysia akan jatuh sedikit … sebagai akibat dari kekeringan baru-baru ini,” kata Fry, ketua konsultasi komoditas LMC International, mengatakan pada konferensi seperti dikutip Vibiznews.