INFO SAWIT, NUSA DUA - Menteri ESDM Sudirman Said usai pelepasan 'Tim Sosialisasi Biodiesel 20 persen (B20) Roadshow Lintas Jawa-Bali 2016', di Nusa Dua, Jumat (12/2) mengatakan, penerapan B20 akan meningkatkan diversifikasi energi untuk ketahanan nasional dan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 6,9 juta kiloliter (KL) yang setara dengan penghematan devisa US$ 2 miliar. “Serta berkontribusi mengurangi emisi CO2 ekuivalen sebesar 9-18 juta ton CO2 ekuivalen per tahun,” katanya
Lebih lanjut tutur Sudirman, kebutuhan minyak bumi nasional sudah tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri. Tahun 2015 pemerintah menargetkan produksi sekitar 825.000 barel per hari (bph), sedangkan kebutuhan mencaapai 1,6 juta bph, sehingga Indonesia harus impor 800.000 bph.
Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi ketersediaan bahan baku biodiesel dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai pengganti BBM jenis solar.
Untuk itu, pemerintah menetapkan kebijakan energi nasional dengan diversifikasi energi, yang salah satu implementasinya tertuang dalan Permen No.12 Tahun 2015 soal kewajiban penggunaan biodiesel sebesar 20% untuk sektor transportasi dan 30% untuk sektor pembangkit listrik pada 2016. (T2)







