INFO SAWIT, JAKARTA – Lantaran harga komoditas yang masih melempem mengakibatkan ekspor sektor non-migas Indonesia pada Januari 2016 hanya senilai US$ 9,39 miliar, atau turun sekitar 11,52%, dibandingkan ekspor non-migas pada Desember 2015 silam.
Penurunan ekspor non-migas ini akibat tertekannya harga pada 22 komoditas yang di ekspor Indonesia, terbesar utamanya diakibatkan anjloknya ekspor komoditi lemak dan minyak hewani/nabati yang hanya mencapai US$ 327,3 juta, atau turun sekitar 20,15%. “Ini terjadi karena harga CPO di dunia masih tertekan,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), Suryamin, Senin (15/2) kepada InfoSAWIT, di Jakarta.
Penurunan nilai ekspor pada sektor lemak dan minyak hewani/nabati terjadi pada produk minyak kelapa sawit (CPO) yang anjlok sekitar 17,88%, lantas Palm Kernel Oil yang anjlok sekitar 12,51% pada Januari 2016 ini, disusul produk karet yang anjlok sekitar 26,06%. (T2)







