INFO SAWIT, New Delhi – Merujuk laporan Solvent Extractors’ Association of India, impor pada Januari 2016 naik 4,5% menjadi 688,393 ton dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini mendekati estimasi median dalam survei Bloomberg sejumlah 686 ton.
Adapun, total pembelian minyak nabati termasuk untuk keperluan industri pada Januari juga melonjak 15% menjadi 1,26 juta ton. India yang bergantung pada pasokan luar negeri guna memenuhi 70% kebutuhan minyak gorengnya memacu pembelian setelah hujan memangkas hasil panen biji minyak. Naiknya permintaan India membantu kenaikan harga CPO, di saat Malaysia dan Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia memangkas produksi. (T2)
Pada penutupan perdagangan bursa Malaysia Selasa (16/2/2016) harga CPO untuk kontrak Mei 2016 terkoreksi 11 poin menjadi 2.588 ringgit Malaysia per ton. (T2)










