INFO SAWIT, PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memperkirakan pada akhir Mei mendatang, merupakan ancaman bagi kebakaran lahan dan hutan di wilayah tersebut.
"Kalau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar 99 persen karena faktor manusia, sedangkan iklim tidak ada masalah. Kita nanti, akhir Mei itu sudah masuki musim kemarau," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru, Rabu, seperti dikutip Okezone.
Pernyataan itu dikeluarkan terkait dengan kondisi cuaca dalam beberapa bulan terakhir, setelah pihaknya mencermati kondisi terkini di Provinsi Riau yang sedang menghadapi anomali cuaca dan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Maret dan April 2016.
Sugarin berujar, jika cuaca di musim kemarau terjadi, maka rentan terhadap bahaya karhutla terutama kawasan pesisir Riau di enam kabupaten/kota seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak dan Pelalawan.
Kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota diminta harus dapat meminimalkan resiko karhutla dengan meningkatkan kewaspadaan untuk daerah berlahan gambut, sehingga rentan terbakar. (T2)










