INFO SAWIT, JAKARTA -Harga CPO di bursa komoditas Malaysia berakhir negatif pada penutupan perdagangan Kamis (18/02). Pelemahan harga CPO terpicu penguatan mata uang Ringgit Malaysia.
Kenaikan ringgit menyebabkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaannya menjadi turun. Terpantau sore itu kurs USDMYR berada pada posisi negatif turun -0,12% pada 4.1590, hal ini berarti terjadi penguatan Ringgit terhadap dollar AS.
Harga CPO bulan Mei 2016 yang merupakan kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini mengalami pelemahan. Harga kontrak April 2016 yang merupakan kontrak paling aktif mengalami penurunan sebesar -15 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.613 ringgit per ton.
Seperti dikutip Vibiznew, Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global. (T2)










