INFO SAWIT, JAKARTA - Dalam sebuah diskusi di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Sabri Basyah mengungkapkan, langkah peremajaan lahan sawit masih sangat sulit dilakukan, karena masih terkendala dana.
Kendati petani telah memiliki cadangan permodalan namun lantaran besaran peremaan bosa mencapai Rp 52 juta/ha, maka dana yang dimiliki petani tidak mencukupi, “Sehingga belum mampu mendanai," kata Sabri, di Jakarta.
Karana hal itu, lanjut Sabri, sampai dengan saat ini ratusan hektar kebun sawit di tanah air termasuk yang dikelola kelompok tani di wilayahnya, masih menggarap perkebunan sawit dengan usia tanaman yang sudah melampaui umur teknisnya, dengan tingkat produktivitas yang mulai menurun. "Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka kualitas dan kapasitas produksi minyak sawit nasional yang saat ini terbesar di dunia, akan menurun," terang Sabri. (T2)










