INFO SAWIT, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan diperkirakan masih terjadi di 2016, utamanya pada beberapa wilayah yang memiliki lahan gambut luas dan mengalami kekeringan lebih cepat. Mengatasi risiko kebakaran ini, perusahaan bubur kertas dan kertas nasional Asia Pulp and Paper (APP) membangun 7.000 blok kanal atau bendungan.
Head of Fire Management Sinar Mas, Sujica Lusaka, mengatakan, pembangunan bendungan ini untuk meningkatkan ketinggian air kanal di kawasan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI). Sejak November hingga saat ini sudah dibangun 4.000 blok kanal dari target 7.000 di empat provinsi dengan lahan gambut terbesar, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.
“Tujuan kami untuk menaikkan ketinggian air ke tingkat optimal untuk mencegah kekeringan di lahan gambut,” kata Sujika dalam temu media di Jakarta, Kamis (19/2).
Planning and Management Division Sinar Mas Forestry, Iwan Setiawan, mengatakan, pembangunan blok kanal di kawasan konsesi seluas 2 juta hektare ini ditargetkan selesai di bulan Februari 2016. Khusus di Riau sudah dibangun 2.600 blok kanal dari target 3.300. Seluruh kanal di tepi konsesi diblok per 500 meter, sehingga ketinggian muka air mencapai batas optimal. Dengan cara ini tingkat kebasahan lahan akan terjaga, sehingga ancaman bahaya kebakaran dari luar bisa diminimalisir.
“Sebelum musim kemarau tahun ini program kanal blok sudah harus selesai. Kita harapkan selama musim hujan ini bisa menampung air hujan, sehingga bisa menaikkan muka air di daerah konsesi,” kata Iwan seperti dikutip Beritasatu. (T2)









