INFO SAWT, MIRI - Pengelola kelapa sawit secara korporasi di Serawak, Woodman Group memaparkan bagaimana proses budidaya kelapa sawit di lahan gambut tidak menimbulkan kebakaran. Perusahaan ini kabarnya memiliki lahan kelapa sawit 40.000 hektar di Serawak. Mayoritas berada di atas lahan gambut yang sudah dipadatkan. Hasilnya, lahan sawit tersebut bebas kebakaran hebat saat musim kemarau.
"Kita nggak ada kebakaran, zero burn karena di lahan gambut (di bawah tanah) tidak ada ruang bagi api untuk merambat," kata Managing Director Woodman Group, Dato Sri Law Kiu Kiong, di Miri, Sarawak, Malaysia, Rabu, seperti dikutip Detik.
Sementara itu, Ahli Gambut asal Malaysia yang juga Director of Tropical Peat Research Laboratoty Unit (TRRL) Malaysia, Dr Lulie Melling menyebut teknik pemadatan di Malaysia mulai masif dilakukan sejak tahun 2005 atau pasca kepulangan dirinya dari Jepang, setelah mengambil pendidikan doktoral soal gambut.
Perusahaan sawit mulai melakukan pemadatan atau teknik kompak untuk lahan gambut. Pemadatan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi lahan gambut. Bila lahan gambut masuk katagori virgin pet atau masih sangat basah, maka pemadatan dilakukan lebih intensif, sedangkan pemadatan lebih minim bila kondisi lahan gambut masuk katagori non virgin atau lahan gambut tak banyak kayu di bawah tanah.
"Kalau nggak ada pemadatan, musim kemarau pasti mudah terbakar. Selain itu, pohon sawit menjadi kerdil (tidak tumbuh dengan baik)," ujar Lulie.
Di tempat yang sama, Ahli Gambut asal Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Basuki Sumawinata, menjelaskan perkebunan di Indonesia saat ini belum ada yang secara besar melakukan proses pemadatan meskipun Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
Proses pembersihan lahan sawit seperti di area gambut hanya memakai alat berat tanpa dilakukan pemadatan. Bila petani atau perusahaan kecil, mereka memilih untuk membakar karena biaya memakai alat berat relatif mahal, sedangkan membakar dinilai cara paling mudah dan murah dalam membuka lahan hingga proses replanting. (T2)







