Berita Lintas
sawitbaik

Di Kaltim, Ditemukan 60 Ribu Bibit dan Kecambah Sawit Palsu Beredar



Di Kaltim, Ditemukan 60 Ribu Bibit dan Kecambah Sawit Palsu Beredar

INFO SAWIT, SAMARINDA - Tren positif produksi sawit di Benua Etam menjadi peluang bagi aksi peredaran benih palsu tanaman ini. Karena sulit diidentifikasi secara kasat mata, petani itu pun diimbau untuk tak sembarangan menerima bibit tanaman ini.

Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim mencatat, ada enam kasus yang berhasil diungkap sepanjang tahun lalu, puluhan ribu benih palsu. “Sepanjang tahun 2015 telah ditemukan enam kasus benih palsu, khususnya kelapa sawit. Sebanyak 40.000 berupa kecambah sawit, dan 24.000 bibit kelapa sawit palsu,” ungkap Kepala Disbun Kaltim, diwakili Kepala UPTD Pengawasan Benih Perkebunan Irsal Syamsa.

Enam kasus tersebut, kata dia, diungkap Petugas Pengawas Benih Tanaman Perkebunan (BPTP) di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP). Menurut Irsal, maraknya peredaran benih palsu, khususnya kelapa sawit merupakan akibat dari semakin banyaknya permintaan benih sawit. Sementara di sisi lain, ketersediaan benih kelapa sawit unggul dan bersertifikat masih terbatas. 

Selain itu, imbuhnya, peredaran benih sawit palsu di kalangan petani diprediksi masih cukup banyak. Sebab, masyarakat mengalami kesulitan membedakan bibit sawit yang asli dan yang palsu. Sehingga hanya dapat diketahui setelah tanaman mencapai usia tanam empat bahkan lima tahun. 

“Karena dalam usia tersebut baru diketahui, tentunya ini sangat merugikan petani. Bibit sawit yang asli akan berbuah dan yang palsu tidak berbuah. Sudah lama merawat namun tidak menghasilkan,” jelasnya lagi, mengingatkan potensi kerugian bibit palsu.

Karenanya, dia mengimbau, masyarakat khususnya para petani pekebun sawit mewaspadai penawaran benih kelapa sawit dengan harga murah. Terlebih jika tak disertai surat atau sertifikasi sebagai jaminan benih tersebut berasal dari penangkaran benih unggul yang telah ditunjuk Kementerian Pertanian. (T2)