INFO SAWIT, JAKARTA - Kelapa sawit di Indonesia kini menjadi penting, kendati dibeberapa negara masih ada penolakan terhadap produk sawit dan turunannya. Sebab itu, kata Dirjen EBTKA Kementerian ESDM, Rida Mulayan menilai perlu terus melanjutkan program kelapa sawit untuk energi (B20) dan sektor pertanian. “Apa yang terjadi di luar sana apapun yang sifatnya negatif, bakal bisa di sanggah, emang gua pikirin yang di luar sana,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Apalagi saat ini di Malaysia baru menerapkan campuran biodiesel 7% (B7), sementara Indonesia telah menerapkan B20, kendati masih banyak pertanyaan mengenai program ini diteruskan atau tidak, tapi bisa dipastikan Indonesia bakal konsisten dan tetap meneruskan program ini.
“Kita akan terus maju meskipun tidak semuanya kemungkinan itu beres, misalnya tantangan anjloknya harga minyak bumi, sehingga mendorong perbedaan (gap) harga antara biodiesel dan minyak solar yang terus melebar. Tapi saya pikir setiap masalah ada solusinya. Sebab itu koordinasi mesti tetap terjalin,” tandas dia. (T2)







