Berita Lintas
sawitbaik

Dapat Reward, Bagi Desa yang Tidak Terbakar



simulasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di PT Agrolestari Mandiri
Dapat Reward, Bagi Desa yang Tidak Terbakar

INFO SAWIT, NANGA TAYAP – Awal Maret (3/3), PT Sinarmas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, anak perusahaan Golden-Agri Resources Ltd., (GAR), telah meluncurka program Desa Siaga Api.

Dalam program ini dikatakan CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalbar, Susanto Yang, warga desa bakal dilatih dan diberikan sarana dan prasarana pemadaman api. Program ini juga memberikan insentif (reward) kepada desa terbaik yang berhasil mencegah dan menangani potensi kebakaran. “Berupa bantuan pembangunan infrastruktur sosial tambahan, atau bantuan pendampingan teknis dari PT SMART Tbk,” katanya kepada InfoSAWIT, di Nanga Tayap, Kamis (3/3).

Sebanyak 15 orang dari setiap desa akan dipilih dan dilatih menjadi sukarelawan Desa Siaga Api dari delapan desa yang dijadikan proyek percontohan di Ketapang, dan nantinya dari sembilan desa lainnya di Jambi.

Seluruh sukarelawan bakal dilatih dan didukung dalam melakukan pemantauan titik api secara efektif, serta menyampaikan informasi secara cepat ke tim penanggulangan, baik melalui surat elektronik, pesan pendek (sms), telepon, maupun cara-cara berkomunikasi lainnya. Pemantauan lokasi dan titik-titik api juga dilakukan dengan menggunakan teknologi drone, pesawat tanpa awak, juga sistem monitoring hot spot berbasis satelit yang hasil pengolahan datanya akan diteruskan ke Posko Satgas Desa Siaga Api di wilayah operasinya.

Selain itu, menggunakan teknik participatory mapping, masyarakat didorong secara aktif untuk memetakan batas-batas desa dan merencanakan penggunaan lahan di wilayah mereka. “Peta ini akan membantu masyarakat dalam memperjelas tugas dan tanggung-jawab setiap desa dan antar desa dalam pencegahan dan penanganan kebakaran,” tutur Susanto.

Sementara dikatakan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelius, upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutuan ini menjadi wajib bagi pelaku usaha, termasuk masyarakat, supaya kebakaran lahan tidak lagi terjadi di Kalbar. “Semua pihak punya kewajian mencegah kebakaran,” tutur Cornelius.

Kabarnya, program Desa Siaga Api juga menawarkan solusi alternatif praktek pertanian tanpa membakar, termasuk pelatihan pertanian di tanah demplot (demonstration plot) yang disepakati warga, penggunaan pupuk ramah lingkungan, perbaikan tata kelola air dan sebagainya.

Selain meluncurkan program Desa Siaga Api, PT SMART Tbk juga telah menyiapkan lebih dari 10 ribu personil tanggap darurat, lebih dari 20 jenis peralatan pemadam kebakaran baru, dan sejumlah tenaga medis. (T2)