JAKARTA – Munculnya berbagai inisitif praktik berkelanjutan akhir-akhir ini, kabarnya bakal memunculkan kasta (penggolongan) pasar sawit berkelanjutan. Alasannya inisitif itu memunculkan komitmen berkelanjutan dengan tingkat yang berbeda, dari tingkat sedang hingga sulit.
Sebelumnya pasar CPO berkelanjutan di dunia di dominasi oleh Certified Sustainability Palm Oil (CSPO) versi RSPO, lantas ada pasar berkelanjutan versi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Ada juga pasar berkelanjutan versi Palm Oil Innovation Groups (POIG) dan terakhir muncul Indonesia Palm Oil Pledge (IOPO) yang mengusung standar lingkungan tinggi.
Direktur Sustainability PT Agro Indomas, Edi Suhardi mengatakan, kemunculan berbagai insitif berkelanjutan itu pada akhirnya memunculkan kasta pasar minyak sawit berkelanjutan di dunia. Lantaran beragam insiatif berkelanjutan tersebut, bakal terkelompokan dan memiliki pasar minyak sawit berkelanjutan masing-masing. “Misalnya kalau saya melihat pasar IPOP mengarah ke nis-market dengan aspek yang rigit tentang isu sustainability,” tutur Edi kepada InfoSAWIT, belum lama ini di jakarta. (T2)







