INFO SAWIT, MEDAN - Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara mendesak pemerintah, untuk segera meningkatkan kapasitas domestik khususnya crude palm oil (CPO) melalui hilirisasi. Hal itu, mengingat perlambatan ekonomi masih terjadi pada negara-negara pengimpor utama komoditas tersebut.
Pimpinan BI Sumut, Difi A Johansyah mengatakan, urgensi peningkatan kapasitas domestik melalui hilirisasi CPO semakin tinggi, terutama di Sumut sebagai salah satu pemasok utama komoditas ini di dunia.
Sebab, kemungkinan menurunnya permintaan global sangat besar terjadi mengingat tiga negara pengimpor akan mengalami perlambatan ekonomi. "Prancis, India dan Tiongkok masih akan mengalami perlambatan ekonomi sehingga mereka perlu memperkuat pasar domestik sendiri. Dengan mengeluarkan kebijakan yang justru akan menjadi penghambat, bagi kita melakukan ekspor. Pada umumnya negara-negara tersebut melakukan proteksi industri dalam negeri dengan menaikkan bea impor minyak sawit maupun kebijakan subsidi. Padahal ekspor CPO ke tiga negara itu mencapai 30 persen dari total ekspor," ujarnya Senin, seperti tulis Tribunmedan. (T2)







