INFO SAWIT, BANDA ACEH - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menyebutkan, di Aceh Singkil kini terdapat 15 perusahaan perkebunan kelapa sawit. Bahkan dalam hal jumlah produksi sawit, Singkil menempati urutan teratas di Aceh, yakni 63.681 ton dari 355.366 ton total sawit yang dihasilkan Aceh pada tahun 2013.
Namun, banyaknya perusahaan sawit maupun produksinya yang tinggi tersebut tidak menyumbangkan kesejahteraan secara signifikan kepada masyarakat Aceh Singkil. Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diprakarsai Walhi Aceh dengan tajuk: Konsesi Perkebunan Sawit di Kabupaten Aceh Singkil yang dilaksanakan di Aula Hotel Jeumpa Banda Aceh, Selasa.
Kepala Divisi Advokasi Walhi Aceh, Nasir Buloh membeberkan hasil investigasi tim Walhi mengenai perkebunan sawit pada Oktober 2015 di Aceh Singkil. Ada empat hal yang menjadi catatan penting Walhi dari investigasi tersebut. Pertama, Walhi menemukan sejumlah permasalahan terkait pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil. Permasalahan tersebut cukup berdampak pada perekonomian, sosial, dan keseimbangan ekologi.
Kedua, terjadinya praktik buruk pengelolaan perkebunan sawit menandakan ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan perusahaan sawit terhadap perundang-undangan dan lemahnya pengawasan pemerintah.
Ketiga, banyaknya kasus perkebunan antara perusahaan dengan warga yang belum mampu dan tidak diselesaikan menandakan pemerintah lebih mengedepankan kepentingan perusahaan dibandingkan kepentingan warga. Juga terkesan pemerintah tak berani menindak pelaku usaha perkebunan yang melanggar ketentuan dalam pengelolaan usaha perkebunan.
Keempat, terjadinya sejumlah kasus dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil menandakan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan belum mampu diwujudkan. "Justru sebaliknya, kondisi pengelolaan perkebunan kelapa sawit saat ini menjadi bagian dari skenario memiskinkan warga Aceh Singkil," simpul Nasir Buloh, seperti dikutip dari Serambinews. (T2)










