INFO SAWIT, JAKARTA - Ketua Bidang Tata Ruang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edi Martono mengatakan, buruknya tata ruang menjadi biang keladi terjadinya konflik-konflik lahan di daerah.
Tidak sedikit terjadi di lapangan, ada lahan bersertifikat Hak Guna Usaha (HGU), tetapi malah masuk kawasan hutan.Di sisi lain, Edi mengatakan pengusaha perkebunan kelapa sawit juga harus menerima kenyataan pembatasan ekspansi lahan. Dari 10,4 juta hektare (ha) perkebunan kelapa sawit yang tercatat, sebanyak 43%-nya dikelola para petani.
Padahal, produktivitas kebun kelapa sawit petani tidak setinggi milik pengusaha. Tak mustahil bila dalam beberapa tahun ke depan produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia terus anjlok.(T2)










