INFO SAWIT, JAKARTA – Pada 9 Maret 2015 lalu, harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) tercatat menyentuh RM2.557per ton. Padahal dalam setahun terakhir, harga terendah CPO mencapai RM1.867per ton pada 26 Agustus 2015 berdasarkan data Bareksa. Artinya dari titik terendah hingga kemarin harga CPO telah melonjak 37%.
Kenaikan harga CPO merupakan imbas dari meningkatnya volume ekspor Malaysia memperkuat dorongan harga minyak mentah terhadap pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Merujuk data Intertek menunjukkan ekspor CPO naik 31,1% menjadi 327.551 ton pada 1–10 Maret 2016, dari 249.835 ton pada 1–10 Februari 2016.
Selain itu kenaikan harga CPO tidak terlepas dari naiknya harga minyak mentah dunia jenis WTI yang telah bertengger di level US$38,3 per barel, atau melonjak 46% dibanding awal 11 Februari US$26,21 per barrel. CPO merupakan bahan dasar biodiesel sebagai substitusi dari minyak mentah. Walhasil jika harga minyak menguat turut mendongkrak harga CPO.
“Volatilitas yang tinggi di pasar CPO tahun ini karena fluktuasi harga minyak mentah, nilai tukar dan perubahan cuaca” ungkap analis Nomura Indonesia dalam risetnya yang disampaikan kepada nasabah, seperti tulis Bareksa.(T2)










