Berita Lintas
sawitbaik

Seruyan & Kobar, Dorong Perkuat Kapasitas Petani Swadaya



Seruyan & Kobar, Dorong Perkuat Kapasitas Petani Swadaya

INFO SAWIT, PANGKALAN BUN – Menutup rangkaian acara Tropical Forest Alliance (TFA) 2020 yang berlangsung di Jakarta, diwakili dari berbagai perwakilan organisasi lingkungan, lembaga donor, akademisi, dan sektor swasta melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Barat.  Kunjungan ini bertujuan untuk melihat program pemberdayaan petani sawit menuju perkebunan berkelanjutan yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Program pemberdayaan petani sawit ini merupakan kolaborasi yang telah disepakati bersama antara Yayasan Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) dengan pemerintah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah dari 3 Kabupaten percontohan yakni Seruyan, Kotawaringin Barat dan Gunung Mas. INOBU adalah sebuah organisasi nirlaba yang fokus di penelitian dan implementasinya di lapangan untuk memastikan komoditas sumber daya alam lokal dikelola secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menyatakan dukungan penuh komitmen yang disampaikan oleh Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Gunung Mas. "Kami memuji komitmen dari tiga Kabupaten yang menjadi kabupaten percontohan program pendekatan sertifikasi jurisdiksi dan pemberdayaan petani kelapa sawit. Kami berharap Kabupaten-kabupaten ini bisa menjadi model bagi kabupaten lain, tidak hanya di Kalimantan Tengah, tapi juga di Indonesia dan dunia, untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung sepenuhnya para Kabupaten dalam program ini, " katanya dalam siaran pers yang diterima InfoSAWIT.

Sementara dikatakan Bupati Seruyan, Sudarsono menyatakan, kelapa sawit merupakan sumber daya alam strategis yang tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti wilayah di Seruyan. Selain itu, kelapa sawit juga telah menjadi sumber pendapatan daerah dan mata pencaharian utama masyarakat setempat. Kerja sama dengan INOBU merupakan kolaborasi penting yang memberikan manfaat sangat besar bagi pemberdayaan petani kami, sehingga mereka dapat merasakan manfaat ekonomi sambil tetap memelihara kelestarian lingkungannya. “Sebagai negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia, maka sudah saatnya petani sawit Indonesia mampu melakukan praktik berkelanjutan secara konsisten agar mampu memenuhi permintaan dan memiliki akses terhadap pasar global,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Kotawaringin Barat, Bambang Purwanto, sebagai daerah penghasil kelapa sawit, Kotawaringin Barat ingin tetap mempertahankan peran strategis tersebut untuk jangka panjang di masa mendatang. “Program pemberdayaan petani ini sekaligus membantu kami selaku pemerintah lokal untuk berpikir lebih strategis dalam menyusun kebijakan dan program yang efektif dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat kami,” katanya.

Direktur INOBU, Guntur Cahyo Prabowo, menyatakan bahwa pihakyatelah melakukan pemetaan atas lebih dari 2.000 petani kelapa sawit swadaya di Kotawaringin Barat dan Seruyan, yang sekarang sudah terintegrasi ke dalam sistem monitoring online, sehingga perkembangan petani sawit dapat dipantau dari waktu ke waktu. “Kami juga sedang dalam tahap persiapan uji coba pemberdayaan petani menuju sertifikasi ISPO dan RSPO, yang akan diimplementasikan di beberapa desa percontohan di ketiga kabupaten tersebut,” terangnya.

Kesuksesan pemetaan tersebut merupakan proses awal bagi diterbitkannya legalitas petani, seperti Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang merupakan persyaratan untuk mendapatkan ISPO. Hal inilah yang mendorong para peserta TFA 2020 untuk berkunjung dan belajar dari program kolaboratif ini. Kesempatan kunjungan ini sekaligus membuka ruang untuk berdiskusi bersama untuk pengembangan program di masa mendatang, serta untuk mendorong para pihak lain seperti pembeli minyak sawit global agar ikut berpartisipasi membantu program pemberdayaan petani kelapa sawit di Indonesia, terutama di Kalimantan Tengah.

Sekadar info pada tanggal 12-13 Maret 2016 ini, IPOP (Indonesia Palm Oil Pledge) bekerjasama dengan INOBU (Yayasan Inovasi Bumi) mengajak peserta Tropical Forest Alliance (TFA) 2020 ke Kabupaten Seruyan dan Kotawaringin Barat untuk Belajar Mengenai Program Pemberdayaan Petani di Kalimantan Tengah. (T2)