INFO SAWIT, NUSA DUA – Menurut penuturan Ketua Panitia International Conference on Palm Oil and Environment (ICOPE) ke 5, JP Caliman, pada tahun 2012 silam, banyak tanah yang mengalami kekeringan. Lewat kejadian ini maka kegiatan pembukaan lahan dilarang dengan cara dibakar.
Kata Caliman, World Bank memprediksi sekitar 1,8 juta ha terbakar selama tahun 2015 lalu. “Sebab itu tidak akan ada perubahan jika tidak ada pendidikan terhadap petani,” katanya kepada InfoSAWIT, di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/3).
Lebih lanjut tutur Caliman, paska kesepakatan COP 21 di Paris, negera-negara di dunia berjanji untuk melakukan upaya mengurangi laju Gas Rumah Kaca (GRK), dengan demikian perubahan iklim bisa di erplambat. “Tantangan kedepan adalah perubahan iklim,” tutur Caliman.
Caliman bercerita telah berrtemu tim khusus COP21, dimana sebanyak 112 negara telah sepakat untuk solusi perubahan iklim. “Kita perlu untuk melakukan langkah-langkah strategis, maka kami siapakan acara ICOPE sesuai dengan isu pada COP21,” katanya. (T2)










