INFO SAWIT, NUSA DUA –Direktur orld Wildlife Fund for Nature (WWF Indonesia, Efransjah, menyatakan sawit telah dimanfaatkan disegala aspek pada sendi kehidupan manusia, dari makanan hingga energi, bahkan bisa dibilang sawit telah menjadi tren di dunia.
Faktanya sawit telah berkontribusi pada pembangunan daerah dan meningkatkan pendapatan negara, termasuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani sawit.
Namun demikian diakui, bahwa saat ini tantangan sawit masih begitu banyak semisal akuisi lahan yang tidak baik, munculnya kritik ilmiah dan deforestasi, isu konfik tenurial dan sosial. “Peningkatan isu itu memberika tekanan pada pengembangan lahan sawit utamanya yang ada konflik,” katanya.
Munculnya kebakaran juga banyak yang menyalahkan sawit, sehingga ada anggapa memboikot sawit adalah upaya untuk perbaikan dalam praktik budidaya di perkebunan kelapa sawit, namun demikian Efransjah mempertanyakan, apakah pemboikotan sawit merupakan jawaban perbaikan tata kelola hutan dan lingkungan?
Tutur Efransjah, kendati kini seolah sawit adalah musuh bersama, faktanya sawit memiliki produktivitas tinggi dan tumbuh secara bekelanjutan, praktik berkelanjutan itu diharap bisa menghasilkan nilai produksi yang minim konflik.
Sebab itu sebaiknay untuk menuju praktik berkelanjutan perlu ada perbaikan. “Harapan kami kita bisa berdiskusi dengan tulus dan menyudahi debat yang cukup panjang, serta saling menyakahkan, mari kita cari cara yang lebih baik dan mendapatkan cara yg paling tebaik,” tandas Efransjah kepada InfoSAWIT di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/3).(T2)










