INFO SAWIT, TAPSEL -Kemarau yang berkepanjangan selama dua bulan terakhir ini mengakibatkan sejumlah kawasan hutan di Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal jadi kering, sehingga rawan kebakaran.
Pantauan saat menelusuri Jalinsum Pantai Barat, Sumatera Utara, bersama rombongan Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, lokasi paling rawan terbakar berada di jejeran Bukit Barisan. Kemarau juga membuat anak sungai, air terjun, dan rawa mengering. Sementara itu, rerumputan juga layu dan pohon nyaris tak berdaun lagi.
Pada sejumlah lokasi tampak bekas kebakaran, seperti halnya di bukit-bukit yang mengitari Danau Siais. Selain bekas kebakaran, terlihat juga banyak bekas tumbangan pohon secara besar-besaran untuk membuka lahan perkebunan baru.
Di perbukitan sepanjang danau, banyak juga pohon yang masih berdiri, tapi sebagian batangnya sudah berwarna hitam karena bekas terbakar, daunnya juga berguguran. Anak sungai di bawahnya kering, debit air terjun Aek Simatutung yang mengalir dari atas bukit menjadi sangat kecil.“Dua pekan kemarin bukit di sekitar Danau Siais kebakaran,” kata Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu, baru-baru ini seperti kutip WOL.
Untuk menghindari terulangnya kebakaran tersebut, pihaknya sudah membuat imbauan tertulis dan dialog langsung bersama warga untuk bersama-sama menjaga hutan dari kebakaran. Tidak melakukan pembalakan dan apalagi membuka lahan dengan cara membakar.(T2)










