INFO SAWIT, NUSA DUA – Guna menggnejot produktivitas petani sekaligus sebagai upaya menahan laju pembukaan lahan kelapa sawit, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk bekerjasama dengan KADIN, Pemerintah, Lembaga PIS Agro dan didukung Bank BUMN, meluncurkan skim kemitraan untuk replanting bernama Inofasi Finansial.
Program Inovasi Finansial ini merupakan inovasi pembiayaan bermitra dengan perusahaan guna meningkatkan produksi TBS petani tanpa pembukaan lahan kelapa sawit baru.
Dikatakan VP PT SMART Tbk, Reza Andriansyah, dengan skim inovasi finansial petani bakal mendapatkan bibit sawit unggul, pelatihan teknis budidaya, praktik ramah lingkungan, manajemen perkebunan dan koperasi. “Petani juga bakal mendapatkan kompensasi sekitar Rp 500 ribu per bulan selama tanaman belum menghasilkan atau sekitar 48 bulan,” kata Reza kepada InfoSAWIT di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/3), di sela-sela acara ICOPE ke 5.
Guna mengikuti program ini, kata Reza, ada syarat yang harus dipenuhi petani diantaranya, lahan yang dimiliki petani harus clean and clear, dalam satu hamparan, bersedia untuk mengikuti praktik berkelanjutan sesuai skim Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). “Sebelum petani masuk skim inovasi finansial kita akan cek dan pastikan syarat tersebut terpenuhi,” tandas Reza. (T2)










