Berita Lintas
sawitbaik

Ekspor CPO Sumbang Rp 250 Triliun



Ekspor CPO Sumbang Rp 250 Triliun

INFO SAWIT, NUSA DUA - Devisa ekspor yang dihasilkan dari produk kelapa sawit (crude palm oil/CPO) 2014 mencapai US$ 19,56 miliar atau setara Rp250 triliun. Angka tersebut lebih dari 10% APBN Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian yang diwakilkan Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian, Mukti Sardjono, di Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Menurut Mukti, produksi CPO 2014 sebesar 29,34 juta ton, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia bersama Malaysia. "Kebutuhan minyak nabati dunia saat ini lebih dari 50% yang bersumber dari minyak kelapa sawit," kata dia.

Dia membeberkan Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang luasannya saat ini mencapai lebih dari 10 juta hektare, 41% di antaranya adalah perkebunan rakyat. "Perusahaan kelapa sawit kini menyerap lebih dari 4,5 juta tenaga kerja di sektor on farm. Penyerapan tenaga kerja ini akan lebih besar lagi jika tenaga kerja di sektor off farm dan jasa agrobisnis kelapa sawit dimasukkan," ujar dia.

Industri kelapa sawit dihadapkan pada berbagai isu kelapa sawit yang berkaitan dengan lingkungan, seperti menurunnya keanekaragaman hayati, penyebab degradasi lahan dan deforestasi, penyebab emisi gas rumah kaca, dan kebakaran.

"Isu-isu tersebut tentunya perlu kita sikapi dengan arif dan harus dibuktikan bahwa pembangunan perkebunan di Indonesia sudah mengikuti peraturan perundangan di Indonesia, dalam kerangka pembangunan berkelanjutan," ujar Mukti.(T2)