Berita Lintas
sawitbaik

Petani Keluhkan Harga Pupuk Tinggi



Petani Keluhkan Harga Pupuk Tinggi

INFO SAWIT, BANGKINANG - Tingginya harga pupuk di Kampar membuat para petani mengeluh, karena tingginya harga sawit ini tidak sebanding dengan harga penjualan sawit yang masih belum stabil.

Tingginya harga pupuk ini tidak terjangkau dengan harga penjualani. “Karena setelah panen kita malah merugi karena hasilnya sudah habis untuk membayar pupuk dan upah panen saja “ ujar petani sawit dari Kampar Kiri Ade Minur di Bangkinang, Rabu, seperti dikutip Riaupos.

Dijelaskannya, untuk bisa menghasilkan buah yang baik sesuai dengan standar yang diinginkan oleh pabrik dan Disbun, maka perlu pemeliharaan yang baik saja, salah satunya dengan pemupukan. Kalau kurang pemupukan maka hasilnya tidak memadai.

Sedangkan harga pupuk sangat mahal. Untuk pupuk bersubdisi harga satu karung 50 kilogram harganya Rp120 ribu, yang diperlukan untuk satu kapling sekitar satu ton dalam rangka empat bulan.

Sedangkan untuk pupuk nonbersubsidi harganya mencapai Rp250 per 50 kilogram. “Bayangkan saja berapa harga yang harus dikeluarkan untuk pupuk satu kapling tersebut “ ujarnya.(T2)