Berita Lintas
sawitbaik

Biogas sawit Bisa Dukung Peningatan Pasokan Listrik



Biogas sawit Bisa Dukung Peningatan Pasokan Listrik

INFO SAWIT, JAKARTA - Dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi Terbarukan, Halim Kalla dalam acara 'Biogas Forum 2016' di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu, sebagai negara yang terkenal dengan industri perkebunan dan pertanian, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan penyediaan sumber energi baru terbarukan berbentuk biogas."Sebagai negara yang berbasis perkebunan dan pertanian, Indonesia punya peluang mengembangan energi baru terbarukan, terutama bioenergy," kata dia dalam sambutannya.

Sayangnya, sambung dia, selama ini konsumsi energi Indonesia masih didominasi oleh bahan bakar fosil, terdiri dari bahan bakar minyak (BBM) berkontribusi lebih dari 50% dari total konsumsi energi nasional. Sementara, pemanfaatan energi baru terbarukan masih kurang dari 5%.

Padahal, kata Halim, biogas bisa dihasilkan dari hal paling sederhana dengan memanfaatkan produk sisa kegiatan perkebunan yang selama ini terbuang sia-sia menjadi limbah yang tidak dikelola lebih lanjut.

Sebagai contoh, kata dia, limbah hasil pengolahan kelapa sawit. Ia mengatakan, ada sekitar 800 pabrik pengolahan kelapa sawit yang selain memproduksi minyak sawit, juga menghasilkan berbagai limbah termasuk salah satunya POME (Palm Oil Mill Effluent) alias Limbah Cair Pengolahan Sawit.

Ia menghitung, dengan rata-rata 100 ribu ton tandan buah segar (TBS) yang diolah setiap tahunnya, dapat dihasilkan POME yang bisa diolah lebih lanjut untuk menghasilkan biogas. Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memproduksi listrik hingga 1,3 Giga Watt atau sekitar 1.300 Mega Watt.

Dengan produksi yang demikian, maka sektor perkebunan kelapa sawit nasional dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian program pemerintah membangun 35.000 Mega Watt pembangkit listrik dalam 5 tahun hanya dengan mengolah limbah sisa pengolahan kelapa sawit.

"Seperti yang kita tahu, Pemerintah Indonesia punya program besar yakni membangun pembangkit baru dengan kapasitas 35.000 Mega Watt. 25% di antaranya bakal dikontribusi dari energi baru terbarukan termasuk biogas," kata dia.(T2)