INFO SAWIT, JAKARTA - PT Anugerah Energitama mulai membangun perkebunan di Kutai Timur pada 2008, dengan ijin lokasi kebun di kecamatan Bengalon seluas 19.366 hektare dengan luas tertanam kebun inti seluas 11.060 Ha & realisasi kebun plasma 4.224 Ha. Dengan luas ini maka alokasi luas plasma sudah 27.6 % dari total areal yang tertanam (inti dan plasma), yang mana melebihi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah sebesar 20%.
PT Anugerah Energitama mulai mengoperasikan pabrik pengolahan sawit Bengalon pada Mei 2014 dengan kapasitas produksi saat ini 60 ton per jam. Hingga saat ini, minyak sawit yang telah diproduksi 89.000 ton.
“Kami mendukung dan berkomitmen untuk membangun perkebunan kelapa sawit yang sesuai dengan prinsip-prinsip ISPO ,” ujar Direktur PT Anugerah Energitama Arif Purwoko di Jakarta, Selasa.
Prinsip ISPO mencakup pengelolaan dan pemantauan lingkungan, meliputi identifikasi konservasi flora dan fauna (biodiversity), pelestarian biodiversity, identifikasi dan pelindungan kawasan lindung (high conservation value), serta konservasi kawasan dengan potensi erosi tinggi. Proses sertifikasi ISPO PT Anugerah Energitama telah dimulai pada Maret 2014 di mana telah disepakati Surat Perjanjian Kerjasama dengan PT AJA Sertifikasi Indonesia untuk melaksanakan penilaian audit. PT AJA merupakan salah satu lembaga sertifikasi ISPO yang diakui oleh Komisi ISPO.(T2)







