INFO SAWIT, SAMARINDA - Kepala Dinas Perkebunan (Disun) Kaltim Etnawati pun tak menampik dampak positif dari pemberlakuan Permen 12/2015 tentang peningkatan campuran biodiesel yang ditetapkan menjadi 20%, dia mengatakan, langkah ini akan mampu merangsang tingkat produksi hulu.
Paling tidak, kata dia, hasil produksi CPO dapat digunakan lebih banyak untuk kebutuhan domestik. Ketergantungan terhadap situasi global pun relatif terkurangi.“Sebab, pasar global yang didominasi permintaan dari Tiongkok dan India saat ini mengurangi pasokannya. Mereka akan sedikit membeli CPO Indonesia,” jelas Etna.
Pemerintah, kata Etna, juga akan mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan CPO dan tandan buah segar (TBS) agar tidak turun drastis atas pemberlakuan Permen tersebut. “Untuk bisa lebih digunakan di dalam negeri, makanya campurannya ditambah lagi. Itu juga lebih bagus, agar bahan baku fosil pada BBM berkurang dan ditambah lebih banyak bahan nabatinya. Lebih ramah lingkungan,” bebernya.(T2)










