INFO SAWIT, JAKARTA –Menurut penuturan Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, acara Konferensi Perubahan Iklim (COP 21) di Perancis sebagai konferensi yang memiliki keberhasilan, selain proses konferensi yang tidak biasa yakni dilakukan secara bottom up, juga telah menghasilkan suatu keputusan yang perlu ditindak lanjuti.
Dalam Konferensi itu juga tutur Rachmat, mencuat beberapa isu salah satunya terkait pengembangan perkebunan kelapa sawit yang dianggap masih merusak dan berkontribusi pada perubahan iklim. Sebagai bangsa Indonesia, Rachmat sempat marah dengan tudingan itu, apalagi tudingan itu dianggap belum terbukti kebenarannya.
“Banyak tuduhan-tuduhan ke setiap orang Indonesia dan langsung menyalahkan serta menuduh macam-macam, terkadang tuduhan itu betul, kadang-kadang pula tidak, maka saya butuh GAPKI dan WWF untuk meluruskan tudingan itu,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini di Jakarta.(T2)










