INFO SAWIT, LANGKAT– Aktor peraih Oscar 2016, Leonardo DiCaprio, sempat mengunjungi Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), dari hasil kunjungannya aktor Titanic itu menuding kelapa sawit sebagai biang keladi kerusakan hutan.
Tudingan itu memang sedikit tendensius, lantaran si Aktor hanya melihat TNGL dari atas langit sambil menaiki halikopter, tanpa berdiskusi dan mencari tahu kebenaran dilapangan.
Bagi pegiat lingkungan perhatian khusus aktor Leonardo DiCaprio terhadap kerusakan ekosistem kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dianggap perlu mendapat apresiasi.
“Atensi yang besar aktor ini terhadap kerusakanTNGL harus diapresiasi dan jangan dinilai sebagai bentuk black campaign terhadap perkebunan kelapa sawit,” kata salah seorang aktivis lingkungan, Azhar, baru-baru ini.
Namun demikian, perlu diketahui kebenarannya apakah ekspansi kebun sawit di TNGL dilakukan pelaku usaha atau masyarakat, terkadang isu sawit memang seksi untuk diangkat di ranah dunia, tapi sayangnya hanya sawit yang disalahkan, lantas kemana para penjaga TNGL dan pemerintah daerah yang memiliki taggung jawab besar terhadap terjaganya TNGL?
Tetapi yang pasti jangan jadikan ketidaktahuan si Aktor untuk kepentingan yang memojokkan sawit, terlebih merujuk Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dari produksi minyak sawit berkelanjutan sebanyak 12 juta ton, sekitar 50% dihasilkan dari Indonesia, jadi sebetulnya Leonardo DiCaprio tahu tidak minyak sawit berkelanjutan itu lebih banyak di produksi di Indonesia? Entahlah. (T2)









