INFO SAWIT, PALANGKARAYA - Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah bakal membuat 400 sumur bor untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Pelaksana Tugas Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (Gappki) Kalimantan Tengah Andi Agus Odeng menjelaskan rencana itu.
"Kalau itu memang diamanatkan pemerintah kepada kami, pada prinsipnya kami siap membantu, dan untuk masalah teknis pengumpulan dananya, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan Kalimantan Tengah," ujar Andi Agus pada Senin, seperti ditulis Tempo.
Pernyataan Andi disampaikan seusai penandatanganan kerja sama antara pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan konsorsium perkebunan, tambang, hutan, dan jasa kontruksi.
Saat ini ada sebanyak 132 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Gappki. Semua perusahaan akan dimintai bantuannya yang besarannya bergantung pada luasan kebun yang mereka kelola.
Andi menilai harga per unit sumur bor, yakni Rp 25 juta, terlalu tinggi. Dia meminta mengusulkan harga itu. Dia juga mengusulkan batas waktu pembuatan sumur bor diperpanjang, bukan akhir April 2016 ini.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana membangun 2.000 sumur bor untuk persiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Dari jumlah itu, sebanyak 800 sumur bor dimintakan dibangun oleh kalangan pengusaha.(T2)










