INFO SAWIT, JAKARTA - Sejumlah perusahaan sawit diminta jangan menampung pasokan sawit dari hasil deforestasi atau perusakan serta kebakaran hutan dan lahan terlebih yang dilakukan di kawasan hutan konservasi.
"Kami kecewa terlepas dari komitmen grup-grup perusahaan untuk menghentikan deforestasi, tak satupun mampu melarang minyak sawit yang diragukan legalitasnya dari rantai pasokan mereka," kata Nursamsu dari Divisi Pemantauan Deforestasi WWF dalam rilisnya, Rabu yang ditulis Bisnis.com.
Menurut Nursamsu, dengan kondisi meningkatnya sawit yang dihasilkan dari penanaman ilegal serta bertambahnya jumlah pemasok dan pabrik sawit tanpa perkebunan mereka sendiri, maka para pembeli perlu fokus melacak semua sawit yang dipasok. Pelacakan itu, ujar dia, perlu dilakukan secara menyeluruh hingga ke tingkat perkebunan di mana sawit tersebut ditanam.
"Kami sepenuhnya setuju pada persoalan kompleks jika menelusuri TBS (tandan buah segar) hingga ke sumbernya. Namun kami peringatkan hal ini bisa menjadi celah yang membiarkan pasokan TBS berasal dari perkebunan yang sangat merusak sumber daya alam negara ini," katanya.
Sebagaimana diketahui, penjual kerap menggabungkan TBS dari perkebunan pihak ketiga yang berpotensi ditanam dari perkebunan sawit ilegal atau merusak lingkungan, dan ini harus diperhatikan oleh seluruh manajer pabrik.
Untuk itu, lanjutnya, para pembeli sebaliknya seharusnya hanya berurusan dengan pabrik yang mampu membuktikan mereka memiliki sistem kerja untuk melacak TBS yang mereka terima.(T2)







