INFO SAWIT, JAKARTA – Merujuk hasil survei Bloomberg, cadangan produsen terbesar kedua untuk minyak sawit itu diperkirakan melemah 13% menjadi 1,89 juta metric ton pada akhir Maret 2016, koreksi tertajam sejak Februari 2014.
Survei itu juga mencatat perkiraan ekspor minyak sawit melonjak 14% ke 1,24 juta ton dan produksi meningkat 8,7% ke 1,13 juta ton. Lembaga Minyak Sawit Malaysian (Malaysian Palm Oil Board) akan merilis data resmi pada 11 April.
David Ng, Spesialis Derivatif Phillip Futures Sdn Bhd, mengatakan pelemahan cadangan Malaysia serta permintaan lebih tinggi dari China dan India mungkin dapat memacu reli harga minyak sawit.
“China mungkin menambah pembelian, dan India melakukan hal yang sama. Kita akan saksikan kinerja ekspor yang lebih baik dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg yang ditulis kembali oleh Bisnis, Rabu.(T2)










