INFO SAWIT, JAKARTA –Saat ini industri perkebunan kelapa sawit nasional masih dituding sebagai perusak hutan, padahal tudingan itu belum tentu benar. Misalnya saja yang telah dilakukan salah satu perkebunan kelapa sawit besar di Indonesia, Golden Agri Resources Ltd (GAR), yang semenjak 2014 silam tidak melakukan peningkatan produksi dengan membuka areal perkebunan kelapa sawit baru.
Apalagi tutur Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement GAR, Agus Purnomo, hingga saat ini harga minyak kelapa sawit juga masih pada posisi yang rendah.
Hanya saja, tutur Agus, untuk peningkatan produksi bisa disokong dari perkebunan kelapa sawit milik petani, lewat peningkatan produktivitas.Sebab itu butuh dukungan stakeholder sawit sebagai upaya dalam peningkatan ekonomi. “Sektor ekonomi yang harus di address, misalnya untuk permodalan petani, apalagi sekitar 2/3 petani statusnya sudah memiliki hutang, kondisi ini yang perlu segera mendapat solusi dan dukung dari pemerintah,” tandas Agus dalam acara diskusi terbatas di Jakarta yang di hadiri InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)







