INFO SAWIT, JAKARTA –Dikatakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat, Rosan P Roeslani, industri kelapa sawit telah menghasilkan devisa bagi negara sekitar US$ 20 miliar, dimana sekitar 4 juta orang menggantungkan hidupnya dari industri ini, sementara sekitar 16 juta orang secara tidak langsung hidup dari industri kelapa sawit. “Sawit juga berperan dalam menyerap CO2 dan memperbaiki lingkungan,” katanya.
Sebab itu guna terus mengembangkan industri ini, ada tiga catatan bagi pemerintah dari Kadin, pertama, sektor hilir sawit perlu digenjot.Olehkarena itu dukungan pemerintah menjadi sangat penting.
Kedua, mengenai peremajaan kebun sawit perlu dicarikan solusinya, terlebih dari sekitar 11 juta ha lahan sawit sebanyak 44% dimiliki petani, dari jumlah itu sejumlah ¾ dimiliki petani swadaya, yang faktanya masih memiliki produktivitas rendah jauh dibawah produktivitas petani plasma. “Sebab itu mekanisme yang dilakukan bisa lewat penerapan inovasi finansial,” katanya di Jakarta.
Kata Rosan, penerapan skim inovasi finansial bisa untuk meningkatkan produktivitas petani dengan meremajakan kebun yang produktivitasnya masih sangat rendah, langkah peningkatan produksi sawit lewat intensifikasi diyakini lebih ramah lingkungan.
Lantas ketiga, terkait kebijakan satu peta (one map policy), apalagi di 2020 produksi sawit nasional ditarget sebanyak 40 juta ton CPO termasuk target ekspor 300%, artinya bakal ada peningkatan produksi sekitar 5 juta ton per tahun, sehingga dibutuhkan pembukaan areal baru.(T2)










