INFO SAWIT, JAKARTA - Bagi Lukita Wardhani, meraih penghargaan dari komunitas CSR dunia, tak lantas membuatnya terlelap. Pasalnya, penghargaan yang diberikan merupakan amanah bagi dirinya untuk selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Menjadi bagian dari perusahaan dan masyarakat, untuk membangun komunitas sosial menjadi lebih sejahtera.
Terkejut merupakan luapan perasaan Lukita, tatkala mendapatkan informasi dari panitia pemilihan 100 Most Impactful CSR Leaders (Global Listing), yang diselenggarakan pada World CSR Congress, di India, baru-baru ini. Rasa terkejut jelas terpancar dari wajahnya, lantaran dirinya tak pernah merasa dilibatkan dalam ajang pemilihan internasional tersebut.
Rasa terkejut itu, berubah menjadi penasaran, yang menjadikan dirinya bertanya langsung kepada panitia pemilihan. Alhasil, panitia memberikan informasi akurat mengenai kategori dan penilaian yang dilakukan secara langsung oleh panel juri yang terdiri dari beberapa lembaga yang tersebar di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan kategori yang disepakati bersama juri, dan penilaian yang dilakukan berdasarkan berbagai riset, media sosial dan literatur yang ada, maka dirinya dipilih menjadi salah satu dari 100 orang di dunia, yang membawa pengaruh terhadap keberadaan CSR perusahaan, terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Sontak saja, rasa terkejut dan penasaran itu berubah menjadi suatu beban akan penghargaan yang kemudian berhasil diterimanya. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang belum berhasil dikerjakannya untuk kesejahteraan sosial dan lingkungan masyarakat.
“Awalnya saya sangat terkejut, ketika mendapatkan informasi terpilih sebagai salah satu dari 100 orang yang membawa dampak positif CSR bagi masyarakat,” katanya menjelaskan kepada InfoSAWIT baru-baru ini.
Kriteria penilaian yang diberikan kepada personal yang terpilih, berdasarkan perspektif strategi & kolaborasi kerjasama, kredibilitas, integritas dan etik personal, solusi inovasi berkelanjutan, nilai-nilai dari komitmen perusahaan, kerjasama berbagai komunitas dan melestarikan lingkungan sekitar.
Memang, kepedulian Lukita terhadap sosial dan lingkungan masyarakat, sudah terpupuk sejak lama, secara konsisten pula, membawa dirinya terus konsen terhadap berbagai persoalan yang kerap terjadi di masyarakat. Hingga dirinya bekerja di PT Agro Harapan Lestari (perusahaan grup Goodhope), kepedulian itu menjadi gairah bekerja menyejahterakan masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.
Baginya, berbagai konsep CSR yang sudah ada, masih memerlukan pendalaman dan pematangan lebih lanjut. Tujuannya, disesuaikan dengan keadaan dan kondisi terkini masyarakat yang menjadi subyek dari CSR itu sendiri. Atas dasar itulah, Lukita memprakarsai penyusunan Rencana Strategis CSR lima tahunan sebagai dasar dan arah implementasi program kerja CSR perusahaan di setiap unit usahanya.(T1)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Maret 2016










