INFO SAWIT, JAKARTA - Indonesia menolak keras rencana penetapan pajak progresif untuk semua produk berbasis minyak kelapa sawit oleh Prancis. Ppenolakan ini, rencananya akan dibawa dan dibahas dalam perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership (IEU CEPA) di Brussel, akhir bulan ini.
Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim, Arief Havas Oegroseno, mengatakan pembahasan di IEU CEPA bukan hanya terkait penetapan pajak sawit di Prancis, namun juga terkait ikan dan kayu."Kita mau European Union kasih harga yang bagus lah buat kita," tutur dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin.
Meski begitu, Arief mengatakan hasil perundingan pembahasan IEU CEPA terkait penetapan pajak sawit bersifat jangka panjang. Artinya, pemerintah tidak bisa hanya menunggu putusan IEU CEPA, harus segera mencari alternatif lain supaya rencana penetapan pajak sawit yang akan dilakukan di pertengahan 2016 ini tidak bisa terjadi.
"Iya masih khawatir karena akan ditetapkan Juni 2016. CEPA itu kan lama prosesnya. Kita harus bisa negosiasi atau rundingkan dulu," tuturnya.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership (IEU CEPA) di Brussel, akhir April 2016.(T2)










