INFO SAWIT, JAKARTA -Tingkat produksi pada kuartal pertama PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) berpeluang turun jika dibandingkan dengan produksi pada kuartal keempat. Ini adalah dampak masuknya musim panen rendah. Namun demikian tahun 2016 ini, SGRO membidik pertumbuhan produksi 10%–15%.
Produksi SGRO tahun lalu melonjak 21% menjadi sebesar 388.000 ton, melebihi target pertumbuhan awal 10%–15%. "Produksi tahun 2015 tinggi didukung oleh profil tanaman yang sedang dalam tahap peningkatan produktivitas," kata Michael.
Dengan pertumbuhan 10%–15%, artinya produksi CPO SGRO tahun ini bisa mencapai 426.800 ton–446.200 ton. Investor Relation SGRO, Michael Kesuma mengatakan, dampak negatif cuaca ekstrem tahun lalu akan berlanjut dan bisa mengganggu produksi."Kami lihat hampir tiap tahun di semester kedua tingkat produksi akan lebih tinggi dibanding semester satu," kata Michael seperti kutip Kontan.
Menurut dia, kisaran produksi di semester pertama sekitar 40%-45% dari total produksi, dan di semester kedua bisa mencapai 55%-60%. SGRO juga terus melakukan ekspansi lahan, terutama untuk sawit dan karet.(T2)










