Berita Lintas
sawitbaik

BRG dan Singapura Bicara Moratorium Izin Sawit



BRG dan Singapura Bicara Moratorium Izin Sawit

INFO SAWIT, SINGAPURA -- Rencana moratorium izin ekspansi perkebunan kelapa sawit dan tambang oleh Pemerintah Indonesia mendapat dukungan positif dari Singapore Institute of International Affairs (SIIA).

Kendati demikian pihak SIIA menyerahkan ke pihak Indonesia untuk melakukan rencana tersebut. "Ini sebenarnya terserah Indonesia, tapi saya rasa moratorium ide yang bagus karena masih terjadi ekspansi yang berlanjut dari perkebunan sawit selama ini," kata Ketua Singapore Institute of International Affairs Simon CS Tay seperti dikutip Antara di Singapura, minggu.

Produksi minyak sawit tercatat bisa digenjot tanpa membutuhkan lahan lebih luas lagi. Jadi, menurut dia, masuk akal melakukan moratorium. Namun demikian, ia mengatakan Indonesia harus tetap menjaga posisi sebagai pemasok minyak sawit dunia, karena bagaimana pun kelapa sawit adalah tanaman sukses."Harus terus dipikirkan langkah terbaik untuk industri minyak sawit ini berkembang lebih maju dengan cara berkelanjutan. Jadi saya dukung (moratorium sawit)," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead ditemui di sela-sela pelaksanaan Dialog Sumber Daya Dunia yang Berkesinambungan ke tiga di Singapura (3rd Singapore Dialogue Sustainable World Resources) mengatakan Pemerintah telah mendiskusikan rencana moratorium izin ekspansi kelapa sawit dan tambang ini sejak 2015. "Apakah perlu dibatasi sekarang? karena toh harga sedang turun, permintaan juga sedang turun. Semua minyak nabati sebenarnya, tidak hanya sawit, semua dari crop line turun karena permintaan turun sementara suplai berlebih," ujar dia.

Diskusi dilakukan berulang kali dan secara ekonomi telah diperhitungkan, karena bagaimana pun pemerintah mempunyai target produksi 40 juta ton minyak sawit di 2020. "Menko Perekonomian sudah menghitung sepertinya, bahwa dengan sudah cukup kok lahan yang sudah ada sekarang, asal produksi ditingkatkan maksimal, tandas dia. (T2)