INFO SAWIT, MEDAN - Munculnya kebijakan moratorium pengembangan perkebunan kelapa sawit diprediksi akan menganggu target produksi CPO nasional yang mencapai 43,4 juta ton pada tahun 2024. Alasannya, produktivitas rata-rata perkebunan kelapa sawit masih rendah, sekitar 3,6 ton CPO/hektare/tahun.
Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Hasril Hasan Siregar mengatakan, tanpa adanya perluasan areal atau hanya mengandalkan produktivitas saat ini, target produksi akan terkendala.
Lebih lanjut, tutur Hasril, upaya peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit masih menemui banyak masalah. Perkebunan besar milik perusahaan masih terjadi kesenjangan hasil, terkait keterbatasan potensi lahan dan penerapan kultur teknis yang belum optimal. “Sedangkan akar masalah pada perkebunan rakyat adalah benih yang tidak unggul dan penerapan kultur teknis yang sangat terbatas,” tandas Hasril seperti dikutip Tribun Medan.(T2)







