INFO SAWIT, JAKARTA - Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus terkena tiupan angin segar dari data ekonomi global. Prospek CPO tahun ini semakin positif di tengah ancaman penurunan produksi. Mengutip Bloomberg, Selasa, harga CPO kontrak pengiriman Juli 2016 di Malaysia Derivative Exchange menguat 0,67% jadi RM 2.686 atau setara US$ 694,8 per ton.
Dalam sepekan terakhir, CPO menguat 2,1%, seiring pelemahan mata uang ringgit, Malaysia. Di sisi lain, produksi CPO juga terancam turun. Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim menyebutkan, ada beberapa faktor penurunan produksi CPO.
Pertama, Malaysia menerapkan pajak ekspor CPO sebesar 5%. Kedua, rencana Pemerintah Indonesia melakukan moratorium atau penghentian sementara waktu penerbitan izin lahan sawit dan tambang. "Dampak moratorium ke produksi CPO masih panjang. Tapi jika terwujud, ini menjadi hal positif untuk mengangkat harga CPO," lanjut Ibrahim seperti dikutip Tribunjambi.
Harapan lebih besar justru pada penggunaan biodiesel dan pembangunan pabrik bioavtur. Jika pengembangan itu berhasil, harga CPO bergerak hingga RM 4.000 per metrik ton pada tahun 2017-2018. (T2)










