Berita Lintas
sawitbaik

GAR Bakal Pastikan Ketelusuran Minyak Sawitnya



GAR Bakal Pastikan Ketelusuran Minyak Sawitnya

INFO SAWIT, JAKARTA – Golden Agri Resources Ltd (GAR), akan memastikan ketelusuran sumber minyak sawitnya bukan berasal dari pembukaan hutan dan lahan gambut.

Dari 489 pabrik kelapa sawit pemasok GAR, bakal dibuka secara transparan sumber bahan baku yang didapatnya. Untuk mewujudkan niat tersebut bakal dilakukan dalam dua tahap, pertama, GAR akan membangun kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk 44 pabrik kelapa sawit milik sendiri, atau mencakup sekitar 40% dari total produksi minyak kelapa sawit GAR.

Tutur Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement GAR, Agus Purnomo, upaya kemampu telusuran ini melingkupi penelusuran Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli pabrik-pabrik tersebut dari pedagang independen dan petani swadaya, yang berkontribusi sekitar 10% ke pabrik milik GAR.

Selebihnya sebanyak 90% pasokan TBS berasal dari sumber yang telah diketahui, seperti perkebunan milik GAR dan petani plasma. “GAR menargetkan tahap kemamputelusuran untuk pabrik sendiri hingga akhir tahun 2017,” kata Agus kepada InfoSAWIT belum lama ini di Jakarta.

Tahap kedua dilakukan secara serentak, adalah mewujudkan kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik-pabrik pihak ke tiga yang menjadi pemasok GAR. Sebagai awalan telah dilakukan pertemuan dengan 90 pabrik pihak ketiga pemasok GAR di Medan, akhir Maret 2016 lalu. “Serta akan dilakukan untuk wilayah lainnya, diharapkan proses ini bakal seleai pada akhir 2020,” kata Agus.

Lebih lanjut tutur Agus, alasan dilakukannya upaya kemamputelusuran ini untuk membuktikan bahwa pihak perusahaan serius dalam memberikan transparansi sumber bahan baku yang digunakan, termasuk menjawab berbagai pertanyaan konsumen terkait komitmen perlindungan lingkungan.

Namun demikian tutur Agus, cara ini bukan berarti menjadi upaya lebih dari aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, pada dasarnya perusahaan akan mengikuti seluruh aturan pemerintah dan mendukungnya tanpa ada kata But atau IF. “Kita siap dan kita sudah tidak membuka kebun semenjak Nov 2014, untuk saat ini hanya ada peremjaan, dan pembukaan kebun plasma,” tandas Agus. (T2)