INFO SAWIT, JAKARTA – Dikatakan CEO Cargill Tropical Palm (CTP) Ltd, Induk usaha perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Hindoli, John Hartman, inti dari sustainabilty adalah melindungi lahan gambut, tidak merusak hutan, ini sesuai dengan permintaan konsumn di dunia yang semakin meningkat untuk mendapatkan produk yang bukan bersumber dari merusak. “Kita harus mengikuti konsumen itu,” katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Baru-baru ini ada upaya Perancis yang menghendaki adanya produk sawit ramah lingkungan dan menerapkan kebijakan pajak sawit tinggi, sementara di Amerika Serikat ada anggapan produk biodiesel itu berasal dari merusak hutan, sebab itu kata John Hartman, kedepan bakal dibuktikan bahwa untuk memenuhi konsumsi CPO dunia, bakal berasal dari produk yang ramah lingkungan.
Sementara komitmen perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Palm Oil Pledge, tutur John, sejatinya komitmen lingkungan perusahaan itu sudah ada sebelum IPOP di luncurkan, di New York 2014 silam.
Adanya IPOP pula sebagai pembuktian bahwa bisnis agrikultur tidak selalu berhubungan dengan perusakan hutan. “IPOP menjadi cara meyakinkan dunia bahwa bisnis agrikultur tidak selalu merusak, kami saat ini fokus pada perbaikan konversi lahan, konservasi air, gas rumah kaca dan meningkatkan pendapatan petani beserta masyarakat sekitar kebun,” kata John. (T2)









