Berita Lintas
sawitbaik

KADIN: Sawit Berkelanjutan Bukan Tidak Mustahil



KADIN: Sawit Berkelanjutan Bukan Tidak Mustahil

INFO SAWIT, NUSA DUA -Merujuk laporan PBB, Gas Rumah Kaca (GRK) tercatat terus meningkat, ini menandakan dunia belum memaksimalkan cara menahan pelepasan karbon, Indonesia pun belum memiliki jawaban dari masalah tersebut, dan itu menjadi tantangan kedepan.

Kelapa sawit pun menjadi sektor yang terkadang acap dikaitkan dengan terjadinya perubahan iklim. Perluasan perkebunan kelapa sawit dianggap berkontribusi pada meluasnya deforestasi (perusakan hutan) di Indonesia, termasuk menjadi salah satu sektor penyumbang emisi terbesar di Indonesia.

Seringkali terkadang terlupa kontribusi kelapa sawit terhadap negara. Padahal produksi CPO nasional telah mencapai 30 juta ton, dimana kontriubusi petani di sektor sawit cukup besar. Saat ini tercatat sekitar 4 juta orang bekerja di sektor sawit dan diperkirakan sebanyak 12 juta orang terlibat secara tidak langsung dengan industri sawit. Selain membuka lapangan kerja, sektor kelapa sawit juga diyakini sebagai solusi upaya penurunan kemiskinan.

Kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani, bagi kelompok yang anti terhadap sawit sudah saatnya melihat industri ini dengan baik, bukannya melakukan upaya penolakan yang pada akhirnya memunculkan masalah lain.

Diakui, Indonesia masih memiliki masalah dalam pengelolaan hutan, namun dengan upaya menjaga hutan melibatkan masyarakat disekitar hutan, maka tidak musthail penerapan prinsip berkelanjutan bisa tercapai.“Kita pun bisa mendorong ekonomi tanpa harus merusak lingkungan,” kata Rosan.

Kadin mendukung sawit yang berkelanjutan di Indonesia, dan Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP) telah mendukung pengembangan praktik berkelanjutan. “Kami percaya dan sepakat, pertumbuhan ekonomi bisa seiring dengan kepentingan lingkungan,” tandas dia. (T2)